contoh dialog expressing complaint

Contoh dialog expressing complaint –Pernahkah readers merasa tidak cocok atau tidak puas dengan pelayanan di suatu tempat? Atau mungkin kurang setuju dengan suatu tindakan yang dilakukan oleh orang lain? Sering melakukan? Baiklah, kita boleh berpendapat atau bahkan complain dengan suatu perusahaan atau seseorang jika merasa tidak puas. Oke, berikut ini contoh percakapan yang mengekspresikan komplain (complaint) yang ditandai dengan bold.
contoh dialog expressing complaint
Beberapa kata yang digunakan untuk mengungkapkan ketidakpuasan/ komplain:
I am sorry if I refuse this but…
I think I want to complain…
I am really sorry to say this, but…
I am really sorry to bother you, but…
Would you mind…
Could you/ can you…
I think there is something wrong with that… etc.
1. Percakapan pertama
Rena: “I really didn’t understand with the service based on the place what you were suggested Ret.”(Aku sungguh tidak mengerti dengan pelayanan di tempat yang kamu sarankan Ret)
Retna: “But why?”(kenapa?)
Rena: “I am sorry to say this, but you must know. I was disappointed with all the services.”  (maaf aku mengatakan ini, tapi kau harus tahu. Aku kecewa dengan semua pelayanannya)
Retna: “Like what?”(Seperti apa?)
Rena: “They picked me up late, no meals, many bathrooms were dirty.”(mereka menjemputku telat, ngga ada makanan, banyak kamar mandi yang kotor)
Retna: “How can be, it must have been a mistake. Do not be worry, I’ll talk to them!(bagaimana bisa, ini pasti kesalahan. Jangan kuatir, aku akan berbicara dengan mereka)
Rena: “Yea, you must be.”(yea, kamu harus)
2. Percakapan kedua
waiters: “May I help you miss?”(apa yang bisa saya bantu Nona?)
Tifa: “Would you mind if I get the best place to eat to see those beautiful sceneries there, right Cloud?(apakah anda keberatan jika saya ingin tempat terbaik untuk makan sekaligus melihat pemandangan indah itu, benar Cloud?)
Cloud: “Yess, I agree.”(ya, saya setuju)
waiters: “Oh sure you can. But wait in a minute. I’ll look for it. Wait here!”(Oh tentu anda bisa. Sebentar, saya akan mencarikan untuk anda. Tunggu di sini!)
Tifa: “Ok, thank you.”(baik, terima kasih)
3. Percakapan ketiga
Drake: “Mione, how about going to the beach next weekend? I am so bored!”(Mione, bagaimana kalau kita pergi ke pantai akhir pecan depan? aku bosan)
Mione: “How about going to Alpen mountain, I want to ski. It has been so long time I didn’t try it?”(bagiamana kalau pergi ke pegunungan Alpen? Aku ingin main ski. Sudah lama aku ngga mencoba itu)
Drake: “You mean we just hold our life with those wood boards and run in the snow?”#horror face.(maksudmu kita menggantungkan hidup kita hanya dengan papan kayu seperti itu, dan meluncur di atas salju?”#muka horror)
Mione: #rolling her eyes, “It is not wood board Drake. It is safe, trust me!”(#memutar matanya, itu bukan papan kayu Drake. Itu aman, percayalah padaku!)
Drake: “But.. Mione, I am sorry I hate to tell this, I don’t want to do that! No!”(tapi Mione, maafkan aku mengatakan ini, aku ngga mau main itu. Tidak!)
Mione: “Don’t tell me that you scare Drake?” #raising her eyebrow.(jangan bilang kalau kau takut Drake? #manikkan alisnya)
Drake: “I… no, I am not afraid. But are there any interesting to do besides it?”(Aku…. Tidka. Aku tidak takut. Tapi apakah ngga ada kegiatan lain yang menarik selain itu?)
Mione: “There is no Drake, so you must join me. No complaining again!”(Ngga ada Drake, jadi kamu harus ikut. Tidak ada complain lagi!)
Drake: “Ohh,,, God!”(Ya Tuhan!)
Tiga percakapan di atas merupakan contoh dialog expressing complaint,selamat berkreasi kembali!

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *