3 jenis Kalimat Pengandaian ( conditionals type) dalam Bahasa Inggris

Banyak sekali jenis kalimat dalam bahasa inggris, sama halnya dalam bahasa Indonesia. Salah satu kalimat dalam bahasa inggris yang sering digunakan baik dalam paragraph tertulis ataupun dalam percakapan sehari-hari adalah kalimat pengandaian. Dalam bahasa inggris dikenal dengan Conditionals type with if. Apa sih itu? Gunanya untuk apa saja?

3 jenis kalimat pengandaian conditionals type

Conditionals adalah suatu pernyataan dengan menggunakan kata ‘if (jika)’ dan ‘unles (jika tidak)’, untuk mengemukakan pendapat tentang keadaan, kondisi (circumstances) dahulu atau sekarang yang bisa berpengaruh pada hasil mendatang/ bahkan yang terjadi saat ini. Maka dari itu disebut juga dengan kalimat pengandaian. Kalimat pengandaian tersebut bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Pada umumnya ada dua macam conditionals, secara garis besar ada dua yakni:

  1. real atau factual conditionals (keaadan sesuai fakta/ yang sesuai dengan kenyataan) yakni menyatakan keyakinan dan hasil yang pasti terjadi berdasarkan fakta-fakta ilmiah ilmu pengetahuan. Menyatakan hasil yang mungkin saja terjadi.

  2. unreal atau contrary-to-fact conditionals (conditionals yang tidak sesuai kenyataan/ bertentangan): menyatakan hasil yang tidak mungkin terjadi.

Untuk memudahkan pembelajaran maka kalimat conditionals bisa terbagi menjadi tiga garis besar. Yakni:

1. Factual contidionals – hasil yang pasti terjadi/ bisa terjadi di masa mendatang

Factual conditionals – absolute, scientific result (hasil yang jelas/ pasti terjadi berdasarkan ilmu pengetahuan ilmiah)

Bentuk yang pertama ini menjelaskan fakta- fakta dari hasil ilmu pengetahuan ilmiah. Adapun ciri-ciri utama kalimat ini menggunakan kata ‘will’ dan ‘verb word’ untuk mengungkapkan pendapat yang hasil/ kesimpulan yang pasti benar.

Pola kalimat pengandaian yang pertama dengan ‘verb word’:

Condition (keadaan)Result (hasil)
ifSV (present),SV (present) 
Ifenzymeis added,The reactionbecomesfaster
Ifthe forceis pressed,The accelerationbecomessmaller

Pola kalimat pengandaian yang kedua dengan ‘will’:

Condition (keadaan)Result (hasil)
IfSV (present),Swillverb word 
Ifenzymeis added,the reactionwillbecomefaster
Ifthe forceis pressed,the accelerationwillbecomesmaller

Factual contidionals – Probable results for future (hasil yang memungkinkan di masa mendatang)

Bentuk ini menjelaskan pendapat yang hasilnya yakin dapat terjadi di masa mendatang. Dicirikan dengan menggunakan kata ‘will’ dan ‘verb word’ juga, dapat juga menggunakan ‘can’, dan ‘may’. Baik kondisi dan hasil menggunakan tenses bentuk present tense.

Pola kalimatnya dengan ‘will/ can/ may’:

KondisiHasil
IfSV (present) ,SWill

Can

may

verb word
Ifsheknowsyou better,shewillcallyou
Ifwefindthe solution,wecanfinishthis problem
IfTheolovesme,Imaylovehim back

Pola kedua:

HasilKondisi
SWill

Can

may

main verb ifSV (present)
ShewillcallyouIfsheknowsyou better
Wecanfinishthis problemIfwefindthe solution
Imaylovehim backIfTheolovesme

Factual contidionals – Possible result (hasil yang kemungkinan terjadi di masa lalu)

Apa bedanya ya kira-kira dengan bentuk kedua di atas? Yah ebntuk ini dicirikan denga n kalimat yang digunakan menggunakan past tense.Menggunakan bentuk past form (kata kerja bentuk lampau), walaupun demikian bentuk pengandaian ini mengungkapkan pendapat untuk waktu mendatang. Dicirikan dengan menggunakan kata ‘would’ dan ‘past form’ (kata kerja bentuk past). Bisa juga menggunakan ‘could’ dan ‘might’.

Pola kalimat dengan ‘would, could, might’:

KondisiHasil
IfSV (past) ,Swould

could

might

verb word
Ifsheknewyou better,shewouldcallyou
Ifwefoundthe solution,wecouldfinishThis problem
IfTheolovedme,Imightlovehim back

Pola kedua:

HasilKondisi
Swould

could

might

main verb ifSV (past)
ShewouldcallyouIfsheknewyou better
wecouldfinishThis problemIfwefoundthe solution
Imightlovehim backIfTheolovedme

2. Factual conditionals- Probable changes in past results (hasil yang mungkin bisa berubah dimasa lalu, tapi kemungkinannya kecil),

Perlu diperhatikan, bentuk kalimat pengandaian yang kedua ini memiliki arti bahwa pembicara sedang menyatakan pendapatnya mengenai hasil di masa lalu yang mungkin saja bisa terjadi/ yang mungkin saja bisa terjadi/ berubah di bawah kondisi yang berbeda/ jika diperlakukan berbeda, walaupun hasil yang terjadi sekarang berbeda/ tidak sesuai harapan. Kemungkinan pengandaian itu bisa merubah hasil di masa lalu. Pola kalimat pengandaiannya menggunakan past perfect tense. Dicirikan dengan menggunakan ‘had+participle’, kemudian ada ‘would have, could have, dan might have’.

Pola kalimat pengandaian:

KondisiHasil
IfShadparticiple Swould have

could have

might have

participle
IfIhadseenhimIwould havecalledher
IfIhadseenhimIcould havecalledher
IfIhadseenhimImight havecalledher

3 jenis kalimat pengandaian conditionals type

3.Contrary – to- fact contidionals – Imposible results Were (hasil yang tidak mungkin terjadi dengan menggunakan kata ‘were’)

Bentuk kalimat pengandaian yang terakhir ini adalah hasil yang jelas-jelas tidak akan/ mungkin terjadi seta menjadi kenyataan. Dicirikan menggunakan to be ‘were’ untuk semua subjek.

3 jenis kalimat pengandaian conditionals type

Pola kalimat pengandaian:

IfSwere
IfIwereyou, I’ll choose him
Ifyouwerehere, I will feel happy
Ifshewereboy, he’ll make her a brother

Maksud kalimat pengandaian di atas adalah :

– jika aku menjadi kamu, aku akan memilih dia (tapi pada kenyataannya aku akan mungkin menjadi kamu bukan?)

– jika kamu di sini, aku akan merasa bahagia. (tapi pada kenyataannya, dia tidak berada di sini)

– jika dia laki-laki, maka dia akan dijadikan sebagai kakak laki-lakinya. (pada kenyataannya dia perempuan, bukan laki-laki).

Itulah 3 kalimat pengandaian (conditionals type) yang utama dan yang sering dipakai dalam percakapan maupun dalam kalimat. Jadi urutan yang pertama untuk hasil yang jelas pasti terjadi di masa mendatang berdasarkan fakta-fakta ilmiah yang ada, kemudian bentuk yang kedua keadaan yang mungkin berubah jika pada kondisi tertentu pada masa lalu, dan bentuk yang terakhir bentuk pengandaian yang tidak mungkin terjadi. Semoga semakin paham. See u again!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *